Showing posts with label Experience. Show all posts
Showing posts with label Experience. Show all posts

Monday, July 4, 2016

Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World


Beberapa bulan yang lalu, temen saya Gilang pernah ngasih tau mengenai Blinkist.com, sebuah web yang menyediakan summary dari buku nonfiksi. Dengan Blinkist, kita menjadi lebih cepat mengambil intisari dari buku yang ingin kita baca. Salah satu rangkuman dari buku yang saya baca adalah bukunya Robert T. Kiyosaki, yaitu Second Chance: for Your Money, Your Life and Our World dimana ia terkenal dengan sejak bukunya Rich Dad, Poor Dad yang rilis tahun 1998.

Bukunya terlalu powerful untuk tidak dibagikan, untuk tidak diikat melalui tulisan. Saya coba sadur dan terjemahkan sebiasanya saya. 

***

Kenapa gap antara si miskin dan si kaya begitu besar?

Kebanyakan orang masih berfikir bahwa jalan untuk menjad kaya adalah sekolah setinggi-tingginya, dapatkan pekerjaan bagus dan bekerja keraslah. Sebenarnya, bahkan sebuah pekerjaan dengan gaji tinggi sekalipun tidak akan membuatmu kaya. Karena sederhananya, sistem keuangan kita sekarang tidak diciptakan untuk membuat kita kaya dengan cara seperti itu. Hanya ada satu cara yang akan benar-benar membuat kita kaya: dengan memiliki dan mengembangkan aset.


Sistem ekonomi sekarang berdasarkan inflasi

Peribahasa “Yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya”, seperti memang ada benarnya. Untuk masyarakat biasa, sistem inflasi merampas kesejahteraan dari mereka. Karena sederhananya inflasi adalah proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Artinya uang yang kita usahakan dengan keras, perlahan nilainya semakin berkurang.

Untuk cari tahu lebih lanjut mengenai Inflasi cek artikel di Wikipedia ini.

Kebanyakan orang tidak mendapatkan pendidikan yang layak mengenai keuangan

Presepsi orang mengenai menjadi sejahtera tentu berbeda-beda. Namun satu yang pasti, semua orang ingin sejahtera. Tapi sayangnya sekolah justru mengajarkan orang-orang untuk menjadi miskin. Pendidikan modern didesain untuk menjadi orang-orang menjadi pekerja, pembayar pajak dan konsumen. Beberapa orang berfikir bahwa solusi untuk kemiskinan adalah pendidikan yang lebih baik: jika kamu belajar lebih giat, kamu akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghasilkan lebih banyak. Sekolah tidak mengajarkan siswanya untuk membuat uang di dunia ini - sekolah juga tidak menyediakan  pendidkan mengenai keuangan. Karena kurangnya pendidikan ini juga yang menyebabkan kebanyakan orang salah arti mengenai uang dan kesejahteraan. Kebanyakan orang berfikir bahwa orang yang sejahtera itu jahat dan membuat orang lain miskin. Mungkin ada benarnya juga, tapi tidak selalu seperti itu. Ada juga orang yang menjadi kaya karena dia berbuat banyak kebaikan.


Kamu tidak akan menjadi kaya tanpa pengetahuan soal finansial

Ketika orang-orang mengatakan kamu harus berpendidikan dan sejahtera, biasanya artinya mereka menyuruhmu menempuh pendidikan di universitas. Yang sebetulnya kamu butuhkan adalah pendidikan finansial.

Sekolah tidak mengajarkan pendidikan finansial karena itu terlalu powerful. Pendidikan finansial artinya pendidikan yang keluar dari pengetahuan tradisional dan mendapatkan pengetahuan baru yang dibutuhkan untuk membuat lebih banyak assets - ini memiliki power untuk menjadikan kamu sejahtera. Waktu dulu, budak tidak diperbolehkan untuk membaca dan menulis, karena itu terlalu powerful untuk menyaingi pemilik budak. Sekarang, kebanyakan orang dihindarkan dari pemahaman pendidikan finansial untuk alasan yang sama.

Sejahtera yang sebenarnya bukan mendapatkan uang yang banyak - itu adalah pemahaman yang salah lagi. Menjadi sejahtera adalah memiliki assets yang memberikan kita uang tanpa kamu harus bekerja untuknya. Kamu membutuhkan pendidikan bagaimana untuk bisa membuat assets.

Jika kamu membeli sebuah rumah tua, lalu memperbaikinya dan menyewakannya, kamu berarti memiliki assets. Kamu akan mendapatkan uang dari yang menyewa rumahmu tanpa harus bekerja untuk itu.

Orang-orang yang belum pernah mendapatkan pendidikan finansial hanya tau pemasukan dan pengeluaran. Makanya banyak yang salah pamahaman soal assets.


Analisa kondisi finansial kita, lalu mulailah membangun assets

Mungkin kamu berfikir bahwa untuk tahu apakah seseorang itu kaya atau miskin itu mudah, tapi sebetulnya tidak semudah yang kamu pikirkan. Kamu bisa saja tetap miskin meski hidup di rumah yang bagus dan mengendarai mobil mewah.

Jika kamu ingin mengubah kondisi keuanganmu, yang harus kamu lakukan adalah mengetahui bagimana kondisi keuangan kamu. Kamu membutuhkan income statement, dimana kamu menuliskan pemasukan dan pengeluaran, dan balance sheet dimana kamu dapat memantau assets dan liabilitas.

Cara terbaik untuk merencanakan masa depan adalah memilih antara 4 class assets, yaitu bisnis, real estate, paper dan komoditi. Pilih salah satu dimana kamu sangat tertarik - karena akan berbeda ketika kamu melakukan sesuatu yang kamu minati.

Setelah melakukan analisa kondisi finansial kamu, waktunya untuk kamu fokus dalam mengakusisi assets baru - meskipun kamu belum tahu bagaimana caranya!

Mengakusisi assets adalah langkah pertama, untuk masa depan kamu yang lebih sejahtera!


Pilih masa depan yang kamu inginkan - lalu perjuangkanlah!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mendapatkan gelar akademik tidak serta merta membuat kamu sejahtera. Pendidikan finansial adalah kunci untuk sukses, tapi darimana kita bisa mulai belajar?

Pertama, kamu harus mencari tahu masa depan seperti apa yang kami inginkan. Ingatlah bahwa menjadi sejahtera bukan hal yang terpenting di dalam hidup. Beberapa orang lebih menikmati bekerja jam sembilan pagi hingga jam lima sore untuk seumur hidupnya daripada mendapatkan karir cemerlang.

Jika kamu ingin hidup lebih sejahtera, bagaimanapun, bekerja jam sembilan pagi hingga jam lima tidak akan membuatmu mencapai itu. Jadi, mulai pikrikan mengenai masa depan yang cocok untuk kamu dan perjuangkanlah.

Dan kamu tidak bisa sukses di bisnis yang besar atau berinvestasi secara professional tanpa pendidikan yang tepat mengenai hal itu. Kamu membutuhkan kemampuan sebagai seorang entepreneur.

Salah satu kunci pembeda antara entepreneur dan mereka yang self-employed adalah bahwa entepreneur itu generalis. Artinya mereka tahu banyak hal meskipun sedikit-sedikit. Untuk mengerjakan hal yang spesifik, enteprenerus sebaiknya hire spesialis.  Karena ketika memulai bisnis, mereka bertanggung jawab pada setiap bagian: mulai dari mengembangkan produk hingga memimpin tim.

Bekerjasamalah dibandingkan berkompetisi. Mental kebanyakan karyawan membuat seseorang berpikir mereka harus berkompetisi dengan rekan kerjanya untuk menjadi unggul, itu bukan mindset yang kita inginkan di dalam tim kita. Entepereneur yang baik tahu bagaimana menuntun timnya untuk sukses.


Pelajari kemampuan berfikir yang dapat langsung diprakterkan melalui pengalaman dan berlatih

Salah satu perbedaan terbesar antara si kaya dan si miskin adalah intelektulitasnya, tapi bukan intelektual yang diukur di sekolah formal. Kamu mungkin mengukur intelektual seseorang di sekolah jika mempunyai ingatan yang bagus dan menulis dengan cepat, tapi pada kenyataannya, justru bukan kemampuan seperti itu yang bisa membuatmu sukses.

Untuk entepreneur, intelektual adalah mengenai menghadapi resiko, belajar dari kesalahan dan tetap semangat. Entepreneur membangun bisnisnya dari bawah menggunakan kemampuan praktikal yang lebih penting ketimbang mengingat siapa presiden Amerika ke 36.

Jadi, bagaiaman mengakusisi skill tersebut? Kamu bisa belajar dari coach atau teman, atau dengan mengambil kursus dari ahli. Lalu gunakan skill yang kamu dapatkan dengan memperaktekannya.

Karena itulah, kita akan belajar jika kita melakukanya - dengan pengalamanlah semuanya akan berada di memori kita, buka informasi yang kita ingat untuk ujian tertulis. Dan dengan memparktekannya dengan sering, mungkin saja kita melakukan kesalahan, kesalahan yang tidak akan kita ulangi. Terima kasih untuk pengalaman yang buruk. Di sekolah, kita dihukum untuk kesalahan kita; kemudian kita berfikir seseorang yang mendapatkan hukuman itu adalah hanya orang-orang bodoh. Nyatanya, mungkin bisa saja sebaliknya.

Jangan takut akan hutang - ambilah untuk membuat assets!

Kebanyakan orang mungkin befikir untuk menghindari hutang. Bekerja keras, dan jauhi hutang dan kamu akan baik-baik saja. Tapi untuk entepreneur, hutang akan menjadi teman baru.

Berhutang bisa menjadi alat yang powerful yang berpengaruh. Kebanyakan orang berasumsi bahwa jika mereka bekerja keras, mereka akan menghasilkan uang lebih banyak dan menjadi kaya. Faktanya, justru bisa terjadi sebaliknya: mereka harus membayar pajak lebih tinggi dan menghasilkan lebih sedikit.

Jika kamu ingin lebih sejahtera, carilah cara untuk mendapatkan lebih dengan sedikit. Pernah berfikir bagaimana musisi yang bernyayi live menjadi menjual CDs? Mereka menjual lebih banyak musiknya dengan melakukan lebih sedikit pekerjaan.

Hutang bisa membantumu dengan cara yang mirip. Di dunia finansial, itu bisa sangat powerful karena dapat membuatmu melakukan hal tanpa kamu harus menabungnya terlebih dahulu.

Jadi, ambilah hutang untuk membuat assets untuk dirimu. Pemikiran tradisional mungkin befikir kamu harus bekerja keras, kumpulkan uang dan beli assets tanpa pinjaman, tapi kadang tidak semudah itu. Kebanyakan orang tidak bisa menyimpan cukup uang untuk membeli assets berharga - akan lebih make sense untuk mewujudkannya dengan mengambil pinjaman.

Ringkasan final

Sistem moneter sekarang memaksa working-class untuk sulit mendapatkan kesejahteraan, dan sistem pendidikan membuat mereka tidak bisa menghentikan apa yang terjadi. Jika kamu ingin lebih sejahtera, cari tahu apa assets class yang sesuai untuk kamu. Lalu lakukan riset bagaimana untuk mengakusisi assets dengan mengambil hutang. Stir dirimu melalui masa depan yang kamu inginkan.

Actionable advice


Mulailah membaca publikasi yang berhubungan dengan finansial seperti Wall Street Journal dan pelajari istilah yang tidak kamu tahu. Jika kamu mempelajari 2 kata tiap hari, kamu akan belajar 60 kata dalam satu bulan!

Bonus

Viddeo wawancara Robert T Kiyosaki di Oprah Show



Image: theempowermag.com
Read More

Thursday, May 12, 2016

Inilah kenapa financial literacy penting dipelajari sekarang!


Gw pernah denger mitos bahwa orang Sunda itu cenderung boros dan ga bisa nabung. Gengsinya tinggi dan mengutamakan penampilan. Makanya saking pengen gaya, ya ga ada uang buat ditabung. Tanpa bermaksud sara dan generalisasi tentunya, tapi gw memang mengiyakan mitos itu.

Dulu pas gw ngontrak di rumah sebelumnya, gw punya tetangga. Mereka adalah keluarga jawa yang merantau di Sumedang. Meski kita tetanggan, gaya hidup kita beda. Mereka serba berkecukupan tapi tetap sederhana, beda dengan gw yang gaya hidupnya udah daei dulu agak neko-neko. Seperti misal gadget harus standar terbaru dan baju harus dari distro. Tetangga saya itu adalah penjual bubur kacang dan punya usaha menyewakan becak tapi suami dan istri sudah naik haji. Beneran loh sinetron tukang bubur naik haji tuh kejadian sama tetangga gw. Nah keluarga gw sampe sekarang belum ada yang naik haji, atau setidaknya umroh lah. Belum ada!

Dari menarik kesimpulan pribadi bahwa, perbedaan itu ada karena perbedaan dari mengelola uang. Dan gw ingin keluar dari mitos orang Sunda diatas yang sempat gw yakini.

Pas berkunjung ke Big Bad Wolf Book Sales di ICE - BSD City, gw menemukan satu buku tipis dengan judul "Save Your Money!" Bebas Utang, Banyak Uang. Dari judulnya aja gw ga mikir lagi bahwa ini buku yang gw butuhkan.

Financial literacy (sederhananya melek soal finansial/keuangan) menjadi sangat penting buat gw, karena gw harus bisa menjaga cash flow perusahaan yang sedang dirintis. Meski dibantu sama istri, tetap saja pengetahuan kita soal keuangan dan akuntansi masih di bawah rata-rata. Ditambah gw juga harus ngerti gimana mengelola keuangan keluarga, management utang yang beberapa kasih harus dilunasi.

Buku yang gw beli 5000 rupiah ini memberikan tambahan insight buat gw belajar financial literacy, diantaranya:

1. Utang
itu ada dua jenis. Ada yang jenisnya konsumtif, ada yang produktif. Kalo komsumtif itu adalah sesuatu yang ketika lo beli, harganya akan terus turun. Misal gadget, elektronik, makanan, pakaian dll.

Kalo yang produktif, adalah yang bersifat investasi. Harganya kedepannya akan naik dan terus memberi manfaat. Seperti tanah, emas dll.

Beberapa barang yang gw punya, banyak yang hasil ngutang. Seperti Smartphone Nexus gw pas beli harga 5 juta, dicicil 12x, laptop Macbook Air harga 15 juta-an dicicil 4x. (Thanks to my prev bos to help me on these). Meski masuk ke barang konsumtif, itu tetep gw jadikan produktif, karena berdampak langsung sama produktivitas gw dalam bekerja. Bayangkan aja kalo misal gw masih pake laptop yang lama...

Kalo kita punya cicilan, jangan lebih dari 36% dari pendapat per bulannya supaya bisa stabil.

2. Pengeluaran
Ini juga jenis kan macem-macem ada yang wajib, primer, nabung/investasi, sekunder. Gw kadang uang habis di hal yang sekunder ketimbang konsisten dengan investasi.

Gw pribadi harus lebih bijak dan menimbang-nimbang ketika membeli sesuatu karena sadar gw harus merencanakan masa depan (dana pendidikan pribadi, anak, rumah, dana pensiun dsb). Jika tidak dikelola dari sekarang, gw tidak akan pernah merasa cukup, seberapa besarpun pendapatan gw.

3. Rencana Pelunasan Utang
Untuk yang satu ini, gw sudah agak mending. Karena dari sejak dulu gw punya tabel monitoring untuk utang. Jika lo belum punya bisa mulai bikin. Dengan begini, kita jadi punya gambaran jelas berapa lagi yang harus dibayar, kapan harus dilunasi dan jika mau mempercepat pelunasa harus seperti apa.



Karena gw anaknya Google banget, gw bikin monitoring utangnya di Spreadsheet. Sebetulnya kalo lo ga terbiasa, bisa juga cek aplikasi related to utang management seperti lunas.in misalnya.

Mudah-mudahan istikomah ya belajar financial literacy-nya.

Ditulis di bus Primajasa perjalanan Cileunyi-Lebak Bulus.
Cover photo: finlitkids.com
Read More

Monday, May 9, 2016

My Nexus' Photosphere

Balangan Beach
Is one of beautiful beach at Badung, Bali. I visited here a year ago and captured pictures include Photosphere using my Nexus 5.



Check Photosphere: https://goo.gl/nJQPty
Read More

Saturday, April 2, 2016

Google for Mobile Indonesia: Summary


Pada tanggal 31 Maret 2016 kemarin, gw dan co-founder di Leap Up berksempatan untuk menghadiri event Google for Mobile yang diselenggarakan pertama kalinya di Indonesia. Sebetulnya event dengan konten serupa pernah dibikin oleh Google, seperti Google Developer Summit tapi ini lebih besar. Setidaknya begitu yang saya pikir pada saat melihat list pembicaranya yang separuhnya dikirim langsung dari luar.

Lewat posting kali ini gw mau share mengenai apa yang menurut gw menarik dan penting untuk dibagikan.

The Indonesia mobile story


Ini adalah sesi pembuka dari Google for Mobile, gw selalu suka ketika Mbak Veronica Utami (Head of Marketing, Google Indonesia) menyampaikan keynote. Pertama kali denger keynotenya adalah waktu event Google Partner dimana beliau baru saja menjabat.

Dari keynote yang diberikan banyak banget insight yang bikin lo ngangguk terus mengenai pertumbuhan internet dan mobile di Indonesia yang akan semakin merajalela. Ini adalah opportunity yang ga boleh dilewatkan oleh developer. Cek beberapa insight dari slide yang temen saya foto.


Develop, Engage & Earn



Setahu gw, sejak I/O tahun lalu Google menggunakan term Develop, Engage dan Earn sebagai temanya dan memisahkan beberapa pembahasan dalam pengembangan suatu produk/apps. Dan di Google for Mobile term itu juga kembali digunakan untuk memisahkan track/sesi. Develop jelas pembahasannya gimana eksekusi produknya dan bahasannya lebih teknikal. Sedangkan track Engage bahas setelah produk jadi untuk gimana supaya dapat lebih banyak install dan pengguna terus menggunakan produk kita. Di tahap Earn tentu saja bahas soal gimana semua pengguna apps kita dikonversi menjadi pembeli dari berbagai strategi monetisasi yang ada di apps kita. Karena gw pilih Engage, jadi yang dishare di sini lebih banyak track itu ya.

Inspirasi dari Founder Half Brick Studio


Sesi terakhir sebelum makan siang adalah sesi "The journey to a billion installs", yang disampaikan oleh Shainiel Deo - CEO and Founder, Halfbrick Studios. Halfbrick Studios adalah studio game yang berbasis di Australia, kalo pernah main Fruit Ninja yang sempet rame dua tahun ke belakang, ini nih mpunya.

Shainiel share cerita bagaimana dia membangun Halfbrick dari awal hingga sekarang menjadi studio game yang melahirkan berbagai game level dunia. Shainiel adalah seorang gamer, ia ingin menciptakan game yang berkualitas dan membangun bisnis yang sukses akhirnya dia memutuskan untuk membuat Halfbrick studio.

Bagian yang menurut gw sangat mencerahkan adalah ketika dia menceritakan perjalan Halfbrick melalui sebuah timeline.



Ceritanya dia seperti meyakinkan gw bahwa untuk menjadi besar, lo harus bisa melewati jalan panjang berliku itu. Halfbrick di awal masa pendiriannya, mereka masih mengerjakan game untuk client. Baru setelah 8 tahun mereka menjadi independent developer yang mengembangkan gamenya sendiri. Cerita ini seperti engage buat gw, karena di tahap awal ini, Leap Up masih kerjain produk clinet. Gw sih jadi lebih semangat untuk jangan lebih lama dari Halfbrick untuk menjadikan Leap Up sebagai independent developer yang mengembangkan produk sendiri.

Selain itu, Shainiel juga singgung sedikit soal startup itu goalnya harus jelas, dan komunikasikan ke team dengan meaningful, sesuatu yang lebih besar dan bukan sekedar meteri. Juga soal membentuk team yang baik (good fit), membangun culture di perusahaan dan saling percaya di dalam tim. Hal-hal bisa dicek di slide yang saya foto ini.

Universal app campaign


Salah satu paid strategy baru untuk tetap engage dengan pegguna App kita adalah dengan menerapkan Universal App Campaign. Ini adalah fitur baru yang ditawarkan oleh Google bagi kita yang mau promote di semua layanan iklannya Google seperti di Search, Google Display Network, Google Play, Youtube dsb dengan satu kali setting. Ini solusi banget sih, meski belum coba. Informasi selanjutnya bisa cek di sini dan di video youtube berikut.

App indexing



Salah satu solusi yang ditawarkan Google untuk supaya pengguna Apps balik lagi, lo bisa menggunakan App Indexing. Misalnya sebutlah Aplikasinya adalah Kompas.com, ketika lo search di Google suatu konten berita dan kebetulan kontennya ada di Apps lo, akan ada hasil yang mengarahkan untuk open Apps lo. Lebih lanjut soal App Indexing bisa dicek di sini.

Google play experiment

Salah satu cara untuk bisa mengoptimalkan presence kita di Google Play adalah dengan menggunakan Google play experiment. Dengan ini kita bisa bereksperimen (ala metode A/B Testing) misalnya menggunakan berbagai icon app dan untuk nyari tau mana yang paling ngedrive installasi. Gitu juga dengan screenshoot dan deskripsi yang bisa dieksperiment kan. Info lengkapnya bisa dicek di sini.

Komitmen Google untuk Indonesia

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Google untuk pertumbuhan startup atau produk berbasis Mobile diantaranya Google Launchpad yang tahun kemarin beberapa startup dari Indonesia ada yang dikirimkan ke Mountaint View untuk mentoring. 

Android Kejar (Kelompok Belajar) adalah program belajar Android yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Cikal bakal dari program ini adalah Indonesia Android Academy yang di tahun lalu gw terlibat dari awal hingga akhir. Kini dibikin lebih keren dan gede hasil dari test pasar Android Academy kemarin.

Lalu program onlinenya adalah Google berkerjasama dengan Udacity untuk menghadirkan pembelajaran online yang bisa diakses secara gratis.


Other things..

Acaranya gede dan dekorasinya keren banget. Ada game cornernya gitu. Makanannya banyak dan enak. Ya ini sih investasi yang ga seberapa buat company segede Google.

Cardboard corner


Ini bisa dimakan!







Reuni sama GSA friends

Dan akhirnya ketemu in-person untuk pertama kalinaya sama cofounder di Leap Up setelah memutuskan barengan merintis. Kita emang kenal gara-gara Google.

One line summary:
Leap Up harus segera bikin divisi yang fokus memaksimalkan potensi Mobile! Semangat!
Read More

Monday, March 7, 2016

Carita ti Ngariung Bubuka


Cross-posted dengan blog Sumedang Creative Forum.

Kami dari tim koordinator Sumedang Creative Forum mengucapkan terima kasih banyak utuk semua pihak yang mendukung terselenggaranya Ngariung #1 yang pertama kali diselenggarakan di Lazy Very pada 18 Februari 2016 kemarin.
Terbentuknya Sumedang Creative Forum berawal dari kami yang merasa bahwa setiap anak muda harus dapat berkontribusi ke daerahnya dalam apapun bentuknya. Karena kami memiliki latar belakang di bidang kreatif, akhirnya kami memberanikan diri untuk membuat inisifatif ini.
Kegiatan diawali dengan perkenalan dari perwakilan komunitas yang hadir. Perwakilan komunitas dan individu yang hadir kurang lebih 50 orang. Untuk sebuah permulaan, Ngariung #1 kami rasa terselenggara dengan cukup baik. Setidaknya kami bisa kembali berkumpul dengan anak muda Sumedang yang tertarik dan ingin mengembangkan bidang kreatif di Sumedang, saling berdiskusi dan memberi ide.
Creative people yang kami ajak share di Ngariung kali ini adalah Kang Rangga Wiangga, owner Madman Wear. Salah satu brand clothing di Sumedang yang terus berinovasi. Ada juga Kang Krisna Setiawan sebagai perwakilan dari Komunitas Hobi Foto Sumedang. Dan Winda A.G, seorang mahasiswa Karawitan STSI yang sudah mendalami seni tradisional Sunda sejak kecil.
Dari Kang Rangga yang seorang creativepreneur, kita meyakinkan bahwa berkarya juga bisa menghidupi kita. Dan berbisnis itu bukan soal punya modal berapa banyak, tapi soal pola pikir dan keberanian. Jangan sia-siakan jika ada peluang di depan mata!
Dari Kang Krisna, kita diingatkan kembali soal pentingnya passion dalam berkarya. Meski menempuh pendidikan IT, tapi Kang Krisna memberanikan diri ‘belok’ ke bidang fotografi yang lebih diminatinya.
Konsistensi Winda di seni tradisi memberikan inspirasi untuk kita. Bahwa apapun yang kita lakukan secara konsisten, meski skalanya kecil, akan memberikan dampaknya berarti.

Insight bermanfaat tidak hanya didapat dari creative people yang hadir sebagai narasumber, tapi dari perwakilan komunitas kreatif yang hadir. Yang paling selalu teringat bahwa perubahan baik hanya akan tercapai dengan cepat ketika setiap dari kita berkontribusi dan saling berkolaborasi. Kolaborasi tidak harus terpaku pada ‘label’ dimana kita berpijak, fokuslah kepada visi dan apa yang kita lakukan untuk Indonesia, dimulai untuk Sumedang.
Terima kasih kepada Lazy Very, Madman Wear, Media 3 dan eRKS yang telah mendukung terselenggaranya Ngariung #1. Sampai jumpa di Ngariung selanjutnya!
Read More

Friday, February 5, 2016

Gimana nih sebulan jadi entrepreneur?


Lumayan ga nyangka sih. akhirnya bahkan sebelum 2015 berakhir, gw memberanikan untuk melepaskan kepastian menerima gaji, menjadi memastikan tim dapat gaji.

Perencanaan matang?
Siapa bilang. Ketika mengambil keputusan untuk berhenti bekerja, gw tidak memiliki perencanaan yang matang. Bahkan seminggu sebelumnya, gw masih fokus & besemangat menjalankan rutinitas di kantor paling keren di Surabaya. Dan nyaman tinggal di apartemen yang strategis.

Kita hanya bisa berencana, karena ada hal-hal diluar kendali kita yang sangat mungkin untuk terjadi. Kadang, yang ga kita rencanakan dengan matang malah secara sukses kejadian.

Steve Blank pernah bilang bahwa bikin startup tuh ga butuh perencanaan matang sampe rencana bisnis detail seperti yang biasanya diajarkan ke mahasiswa bisnis. Yang terpenting adalah validasi masalah yang mau diselesaikan, serta approach solusi yg sesuai dengan real-life customer. Apalagi untuk startup gw yang jenisnya masih jasa, perencanaan matang ga terlalu perlu. Jalan dulu aja, daripada ga jalan sama sekali. Kalo ada kesempatan mulai hari ini, jangan tunggu besok ketika semangatnya udah ilang.

Ga punya perencanaan matang, bukan berarti ga punya rencana
Jangan disalah artikan ga punya plan. Meski memang ga matang tapi gw siapkan beberapa plan. Jangan sampai ketika sudah memutuskan resign, gw ga bisa bayar berbagai tagihan.

Skill yang punya sejak di SMK adalah bikin web. Jadi waktu itu gw mulai mempersiapkan diri untuk terjun lagi ke bidang itu. Dan ga lama sejak memutuskan resign, gw punya 3 plan yang 90% positif akan bisa menghidupi gw dan tim selama benerapa bulan kedepan.

Kerja di rumah
Gw orangnya sangat kedaerahan, selalu kangen pulang kampung dan berkumpul bareng keluarga. Meskipun di rumah kontrakan sederhana, rasa aman dan tenang selalu gw dapatkan ketika berada dengan orang terkasih. Atau mungkin juga karena mitos orang Sunda yang katanya ga bisa jauh dari daerah asal.

Kerja di rumah lumayan tricky sih. Meskipun nyaman kadang distraksinya banyak. Misal tiba-tiba anak tetangga minta nonton Youtube Marsha & The Bear. Kezelnya, dia minta pindah-pindah video terus, kan ga bisa kerja jadinya.

Gw membiasakan diri untuk sering baca artikel di portal semacam life hack atau video inspirational yang bikin gw tetep kerja on fire. Karena kalo pas di rumah bawaannya lebih banyak pengen rebahan daripada kerja. Gw juga membiasakan diri minimal 3 hari sekali untuk lari pagi di alun-alun, biar tetep sehat dan perut ga semakin maju.

Kerja seperti ini jadi punya waktu untuk mengerjakan seauatu yang gw suka. Dan waktunya lebih fkelsibel. Dalam sebulan aja gw udh ambil cuti 3 kali untuk persiapan pernikahan.

Kapten perahu rakit
Gw adalah kapten dari sebuah perahu rakit yang baru saja meninggalkan pelabuhan. Perahu ini hanya bisa memuat beberapa orang saja. Karena gw kaptennya, gw menjadi lebih cepat belajar bagaimana membawa perahu dan orang di dalamnya untuk melaju dengan selamat. Mungkin akan ada kekeliruan yang gw lakukan dalam pelayaran ini, tapi akan gw nikmati prosesnya hingga nanti gw menemukan pelabuhan baru, memiliki kapal yang lebih besar dan bisa mengajak lebih banyak orang untuk ikut berlayar.

Mobilitas
Salah satu rutinitas baru sejak memulai perlayaran ini, gw setiap minggu ke Jakarta dan Bandung untuk berbagai keperluan. Gw mulai menikmati perjalanan Jakarta-Sumedang menggunakan bis Medal Sekarwangi, si merah yang menjadi andalan.

Jaga fokus
Gw baru mengerti bagaimana rasanya darah muda yang menggebu-gebu seperti yang dilantunkan Rhoma Irama dalam musiknya yang khas. Terlalu menggebu-gebu kadang menyiksa dan harus berhati-hati. Dalam keadaan perahu yang kecil, jangan sampai gw terlalu kehilangan fokus yang membuat perahu ini berguncang. Gw selalu berusaha bercerita ke beberapa temen supaya selalu diingatkan untuk sedikit menahan nafsu darah muda ini.

Dipalak permen
Di awal perjalanan, gw sempet mengalami kejadian yang ga mengenakan. Ada kejadian dimana gw merasa seperti anak kecil yang sedang menimmati permen, lalu direbut oleh orang dewasa. Kejadian yang ga bakal gw lupa di awal perjalanan.

Jadi gimana nih sebulan jadi entrepreneur? Satu bulan yang penuh semangat!

Ditulis di perjalan Jakarta-Sumedang
Read More

Friday, January 22, 2016

Mengambil sisi positif dari setiap kejadian


Yang namanya teman dan lingkungan, pasti akan memberikan pengaruh terhadap bagaimana kita bersikap. Ada baiknya jika itu positif, bahayanya jika itu negatif.
Seberapapun kita kekeuh dengan idealisme dan cara kita bersikap, namun jika kita terus berada di lingkungan itu, lama-lama kita akan terbawa arus.

Gw terus coba mengontrol diri dan membiasakan untuk bersikap dan berfikir positif apapun yg gw lalui. Meski kadang kita harus menghadapi situasi yang ga kita suka, tapi mengambil nilai positif dari sebuah kejadian lebih baik daripada mengutuknya.

Baru aja hari selasa gw abis dari Jakarta untuk meeting di 3 tempat. Alhamdulillah, meskipun sepertinya kaya pengangguran tapi agenda meeting gw ga kalah sama para eskekutif di perusahaan ternama #eaah

Nah hari ini (Jumat, 22 Jan) gw harus ke Jakarta lagi untuk menghadiri pre-hackathon Mandiri. Ema gw sedikit berpesan sebelum gw cus dari rumah, "Kalo ga penting banget, ga usah ke Jakarta. Kan baru kemarin kesana dan hari selasa bakal meeting lagi di Jakarta!. Gw cuma mengiyakan sambil berpamitan pergi.

Di jalan gw sempet kepikiran sama omongannya ema gw. Gw rugi ga sih bela-belain ini? Padahal gw bisa ngerjain hal lain yg udah jelas harus diberesin. Nah daripada galau gitu, akhirnya gw memutuskan untuk menuliskan hal positif yang gw dapet saat dateng ke pre-hackathon Mandiri.

1. Pre Hackathon
Ketika gw masih kerja di Jakarta, beberapa kali gw sempet bikin hackathon. Tapi rasanya belum pernah bikinin pre event seperti ini. Yang paling menarik dari pre hackathon ini adalah penjelasan detail soal penggunaan API dan teknologi yg harus digunakan. Beberapa pertanyaan dari peserta juga sangat banyak dan kebanyakan teknikal. Itu menunjukan perwakilan dari 92 peserta yang terpilih sangat antusias.

2. Ketemu adik kelas SMK
Sejak memutuskan untuk merintis perusahaan sendiri dan kembali tinggal di Sumedang, gw merancang banyak hal yang bisa gw lakukan untuk give back ke kota di mana gw tumbuh. Salah satu hal yg harus gw lakukan adalah menjaring anak muda Sumedang yang lain untuk bersama-sama mencapai hal tsb.
Ketemu sama Fahad, salah satu siswa unggulan lulusan SMK Informatika yang kini kuliah di Telkom University, adalah titik terang buat gw. Setidaknya gw bisa share soal apa yang ingin gw lakukan dengan harapan dia mau ikut bergabung.

3. Ekosistem digital terus tumbuh
Bidang digital tuh pasti tumbuh terus. Ikut terlibatnya bank gede kaya Mandiri bakal bikin perusahaan gede lainnya jg pasti pengen bikin event sejenis. Positifnya dari ini, akan banyak perusahaan yang terinspirasi bikin API untuk layanannya. Dan talent IT semakin punya banyak tempat untuk menguji juga mengasah kemampuannya lewat kompetisi. Tentu idealnya tidak hanya kompetisi harapkan hadiah aja, tapi juga harus memperhatikan impact positif ketika berkarya.

4. Golden tiket Wirausaha Mandiri
Jadi tadi ada selingan presentasi kompetisi Wiraudaha Mandiri yang bakal tutup pendaftaran awal Februari ini. Katanya, yang masuk 10 besar hackathon, akan langsung dapet golden tiket ke 40 besar Wirausaha Mandiri. Keren! Karena yang daftar Wirausaha Mandiri tuh katanya bisa ampe 5000 pendaftar, ya langaung masuk 40 besar sih enak banget.

5. Berkumpul dengan teman lama
Gw ketemu banyak banget temen yang udah lama ga ketemu. Lumayan, sekalian silaturahmi dan bercerita ringan.

6. Minikmati perjalanan
Gw semakin menikmati dan terbiasa dengan aktifitas bulak balik Jakarta-Sumedang. Di perjalanan, biasanya banyak ide muncul yang bikin gw terus semangat untuk istikomah berproses.

***

Semoga gw selalu bisa mengambil hal positif dalam setiap kejadian ya. Dan lo terinspirasi untuk melakuka hal yang sama.
Selamat malam!

Ditulis dalam perjalanan Jakarta-Sumedang
Read More

Sunday, December 27, 2015

Sukses Jadi Coach !


Tinggal beberapa hari lagi, kita bakal menjalani tahun baru. Belum memasuki tahun baru sekalipun, gw sudah sudah memutuskan untuk menjalani hari yang baru. Memberanikan diri untuk coba merintis usaha sendiri. Gw yakin ini keputusan yang tepat dan akan membawa kebaikan untuk diri gw dan orang-orang di sekitar gw.

Karena pas masih kerja dan bertugas di Surabaya gw kurang bisa mengatur waktu, alhasil bagi waktu buat baca buku itu rasanya berat banget. Karena mumpung pas sudah resign punya lebih banyak, gw melampiaskan nafsu untuk beli banyak buku sekaligus.

Salah satu buku yang gw beli adalah Sukses Jadi Coach. Pertama kali liat bukunya langsung tertarik buat baca, berhubung pas beli gw baru aja pulang ikutan camp I Am Gifted sebagai coach. Program ini dibikin sama Adam Khoo Learning Technnology Group (AKLTG). Program ini berasal dari Singapore, namun sudah diselenggarakan di Indonesia selama belasan tahun.

Gw bersyukur banget bisa memanfaatkan opprortunity untuk bisa ikut program ini. Dari program ini gw jadi lebih ngeh soal istilah coaching. Yang masih bertanya apa itu coaching. Mari kita tanyakan ke kakak WIkipedia.
Coaching is training or development in which a person called a coach supports a learner in achieving a specific personal or professional goal.
Kalo yang gw pribadi maknai, coaching itu proses mendevelop seseorang menjadi lebih baik untuk tujuan yang baik pula. Untuk konteks campnya I Am Gifted, seorang coach menjadi role model-nya participants camp mengenai semua materi yang disampaikan oleh trainer. Materi yang dibahas lebih ke arah bagaimana menjadi super student yang mendorong pembelajaran yang lebih efektif dan penuh passion.

I Am Gifted: me & participants


Ini pengalaman pertama gw ikut camp itu dan langsung harus menangangi 6 anak yang diamanahkan orang tuanya selama 4 hari di program ini. Dengan berbagai harapan setelah program ini mereka menjadi siswa yang lebih baik. Gw akan cerita lebih banyak soal campnya di posting terpisah ya!

Sukses Jadi Coach Book Review

Oke. Kembali ke buku yang baru gw selesaikan. Penulis dari buku ini adalah Ibu Eileen Rachman yang merupakan pendiri Experd Consultant, adalah konsultan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), cocok lah nulis buku yang seperti ini, karena pada dasarnya kan proses coaching adalah untuk mendevelop SDM. Coaching dalam konteks ini lebih banyak membahas antara atasan dan anggota timnya.

Di awal-awal chapter, gw merasa kehilangan inti dari buku ini. Ekspektasi gw di awal, buku ini bakal bahas secara komprehensif mengenai seluk beluk coaching dan bagaimana menjadi coach yang sukses. Di awal chapter dan di kebanyakan chapter lebih membahas mengenai manajemen sebuah organisasi dan bagaimana menjadi pemimpin sebuah perusahan. Beberapa contoh yang diambil di buku ini lebih banyak ke perusahaan penjual produk dan bagaimana meningkatkan penjualan. Sepertinya penulis sering memberikan training ke jenis perusahaan seperti itu.

Meskipun seperti kehilangan arah di awal-awal chapter, tapi buku ini memberikan banyak referensi untuk buku bagus yang baru saja gw tambahkan ke akun Goodreads gw.

Why Coaching?

To be effective leader, you must be an effective coach
Mungkin kalian bertanya. Emang kenapa kalo coaching anggota tim di organisasi? Nambah kerjaan aja! Di dalam sebuah perusahaan, kita sama-sama sepakat bahwa manusia adalah asset terpenting sebuah perusahaan. Secanggih apapun mesin atau komputer, tidak bisa menggantikan kehadiran manusia. Karena yang kita hadapai adalah manusia yang mempunyai hati dan rasa, maka ketika mengelola manusia, juga harus menggunakan rasa dan melakukan pendekatan manusiawi secara sungguh-sungguh.

Pemimpin yang baik, meskipun bukan yang ahli dalam pengelolaan SDM, harus tetap dapat melakukan pendekatan yang baik terhadap manusianya. Memberikan komunikasi dan emotional bonding yang positif.

Di dalam mencapai tujuan suatu perusahaan/organisasi, tentu kita mengharapkan anggota tim kita terus bekerja secara produktif. Nah, kita sebagai pemimpin apakah sudah menghadirkan suasana produktif itu? Ibarat sebuah tanah untuk menanam benih. Jika tanah liat dan keras, apalabila ditanam benih paling hanya akan tumbuh sampai tunasnya saja. Berbeda dengan ketika kita menanam benih di tanah gembur. Pertumbuhannya pasti akan lebih baik. Dan ketika dikasih pupuk, tumbuhan itu akan semakin cepat dan menghasilkan buah yang terbaik. Begitu juga dengan suasana di perusahaan/organisasi.

Organisasi yang sehat adalah ketika individunya merasa bersemangat dan merasa emotionaly & spiritual happy dan feel proud berada di lingkungan itu.

Survey juga menyatakan 93% pentingnya coaching untuk mendevelop manusia di dalam sebuah organisasi. Ketika manusianya lebih baik, maka semakin baik juga implikasinya pada produktifitas perusahaan. Dengan begitu, empowerment perlu menjadi agenda penting dalaman membina anggota tim.

Sebagai coach, ibarat seperti superman. Pepatah mengatakan coach itu "They good, you care. They bad, you care. They fail, you are there."

Build Rapport

Build Rapport

Mulai di chapter 13, pembahasan mengenai coachingnya mulai berasa. Pas camp I Am Gifted. Gw pertama kali mengenal istilah Rapport. 
Rapport is a close and harmonious relationship in which the people or groups concerned understand each other's feelings or ideas and communicate well.
Itu pengertian dari Rapport menurut kakak Wikipedia. Intinya sih gimana caranya kita bisa mengenal lebih dalam seorang individu. Di camp dikasih trik untuk membangun rapport, bisa dimulai dengan obrolan kesamaan hobby. Hal ini memang langkah awal yang harus dilakukan untuk melakukan coaching.

Sebagai pemimpin, kitalah yang harus menyesuaikan frekuensi dengan anggota team. Kita harus terlebih dahulu menghilangkan ke aku-an dalam diri kita. Ibarat Ibu jari, ia harus yang mendekat ke kelingking untuk bisa saling bertemu, tidak bisa kelingking yang mendekat.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam melakukan coahing ke anggota tim adalah kita harus pandai melakukan identifikasi talent, sebelum membukakan opportunity untuk membiarkan mereka tumbuh. Dengan berbagai kebutuhan ini, kita juga belajar mengasah interpersonal skill kita.

Tango

Coach bagai menari Tango

Di chapter 15 menganalogikan bahwa hubungan pemimpin dengan timnya harus bisa selaras seperti halnya pasangan yang sedang menari Tango. Untuk bisa selaras mengenai hal yang dilakukan, tentu harus dibarengin dengan komunikasi yang baik oleh atasannya. 

Di chapter ini, penulis juga mengungkapkan, pemimpin yang baik adalah yang down to earth. Di samping perannya yang strategis dan visioner, ia juga harus mampu melakukan akses ke grass root. Gw sih sepakat. Apalagi sekarang kita lihat banyak pemimpin daerah seperti Bu Risma, Pak Ahok, Pak Jokowi yang lebih menunjukan aksinya blusukan. Menurut gw itu bukan hanya semata-mata pencitraan, tapi membuktikan bahwa pemimpin daerah setinggi itupun bisa melakukan hal kaya gitu. Dimana sebelumnya jarang sekali kita menemui pemimpin daerah yang melakukan hal itu.

Parameter Kesuksesan Coach

Sukses Jadi Coach
Kita sering mendengar istilah seorang pemimpin bisa dikatakan berhasil apabila yang dipimpinnya juga sukses. Begitu juga dengan coaching. Jika yang dicoach bisa sukses, berarti kemungkinan besar apa yang kita upayakan berhasil.

Coach yang berhasil juga adalah yang menjadikan coachee nya bisa melakukan refleksi terhadap dirinya. Coachee menjadi terdorong untuk berubah tanpa merasa dirubah. Merasa dibimbing tanpa merasa digurui. Merasa tumbuh tanpa dikerdilkan.

Kata Pengantar dan Cetakan

Ini bukan buku pertamanya Bu Eileen, tapi saya baru pertama kali membaca bukunya. Tapi kata pengantar buku ini kurang begitu 'mengantar' pembaca barunya mengenai buku ini. Meskipun buku ini lebih ke manajemen, tapi pegemasan bukunya sangat anak muda dan kekinian.

Yang paling gw suka dari cetakan buku ini adalah keyword, quotes dan bagian penting diemphasis sangat jelas. Jadi kita ga khawatir kelewat inti sari dari tiap chapter yang ingin disampaikan penulis. Tapi sayang gw ga terlalu suka sama typography-nya. Menurut gw kekecilan untuk bagian utama tulisan dan subheading chapternya.

***

Dari pengalaman yang sudah gw alami di camp I Am Gifted dan hasil membaca buku ini, gw disadarkan kembali akan pentingnya empowerment anggota tim. Since gw akan punya banyak anggota tim, gw harus akan menerapkan mindset, melatih untuk menumbuhkan coaching culture mulai dari sekarang.

Siap menjadi coaching untuk anggota tim kamu? Yes!
Read More

Sunday, November 1, 2015

Solve for X: Berdiskusi dan belajar bikin Moonshot Project


Sejak setahun belakangan ini, gw sering banget ikutan ataupun bantu project yang berhubungan dengan entrepreneur atau startup. Dimulai dari The Backstage Ziliun, sebuah seminar yang mengundang para startup founder untuk berbagi cerita. Tech Based Business, sebuah mata kuliah yang mendorong mahasiswanya bikin tech startup yang impactful. Innovative Academy, hingga Start Surabaya, yang membawa gw stay di Surabaya berbulan-bulan hingga sekarang.

Trend secara umumnya sedang menuju kesana. Kini title entrepreneur menjadi hal yang membanggakan dan semakin banyak orang yang ingin jadi entrepreneur. Indonesia kan dikenal sama latahnya, ya mudah-mudahan latahnya orang Indonesia jadi entrepreneur bisa terus menerus ya.

Kadang gw merasa jenuh dengan term startup, saking setiap hari berkutat dengan dunia startup. Datengnya project Solve for X menjadi angin segar nih. Apa itu Solve for X?

Ada yang tau Google Glass, Project Loon yang direncanakan tahun depan dateng ke Indonesia atau Self-driving carnya Google? Nah semua project itu dimulai dari divisi Google[x]. Divisi itu di Google berfungsi untuk menghasilkan project yang Moonshot. apalagi itu Moonshot?

Moonshot adalah istilah yang dipake oleh Google untuk sebuah solusi/project dari gabungan 3 elemen. Yaitu permasaahan yang besar, solusi yang radikal dan pengunaan terobosan teknologi yang inovatif. Singkatnya bisa lihat diagram berikut.


Nah, dalam rangka menyebarkan virus Moonshot ini, Google membuat Solve for X, sebuah komunitas yang terdiri dari peneliti dan innovator yang mempunyai concern terhadap berbagai permasalahan yang bisa diselesaikan pada berbagai bidang, seperti bidang kesehatan, infrastruktur, hingga bidang makanan & minuman.

Ngobrol sama para innovator yang mau kasih talks

Indonesia adalah salah satu negara yang dipilih untuk melaksanakan serangkaian kegiatan Solve for X. GDG Indonesia jadikan Solve for X bagian dari rangakaian kegiatan Gemastik 8 di UGM pada 28 Oktober 2015. Acaranya pas banget hari Sumpah Pemuda. Makanya panggung utamanya ala-ala Bung Tomo sama Soekarno.

Solve for X yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini mengundang  Enda Nasution (CEO, Sebangsa.com), Samuel Alexander (Finalist, Google Science Fair), dr. Gunadi, PhD (Researcher, Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada) dan M Aditya Arief Nugraha (CEO. Gamatechno).

Diskusi panel dengans semua pembicara setelah masing-masing memberikan talks

Format kegiatannya talks dan panel. Semua yang disampaikan oleh narasumber menarik dan insightful. Tapi buat gw pribadi, talks dari dr. Gunadi sangat segar, karena dari dunia medis yang jarang gw denger. Talks yang dia sampaikan berhubungan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dtetapkan oleh PBB. dr. Gunadi bilang bahwa tingkat kematian Ibu ketika mau melahirkan di Indonesia itu masih sangat tinggi, bisa berasal dari banyak faktor. Misal akses ke rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal dsb. Masalah seperti itu yang harus segera diselesaikan dengan solusi Moonshot. dr. Gunadi juga menyoroti mengenai penyakit turunan yang bisa dihindari oleh bayi dengan penanggulangan dini.


Terus yang gw kagum adalah talks dari Samuel, dia itu anak SMA kelas 1 loh. Tapi talknya udah ala ala TED gitu. Gw juga kalah jauh deh sama dia. Dia adalah finalis Google Science Fair 2014 yang masuk 90 besar dunia. Saat ikut itu, dia masih kelas 2 SMP. Aduh SMP kelas 2, gw mah masih jahiliyah.

Samuel dateng ke venue ditemenin sama bapaknya. Yang gw liat, bapaknya sangat support apa yang dilakukan oleh Samuel. Ga heran sih kalo dia bisa akselerasi dalam berbagai pencapaian di usianya yang masih sangat muda.

Pas foto, tiba-tiba asap dari Kalimantan dateng. Eh salah! Ini asap ala ala kaya panggung dangdutan

Setelah selesai kegiatan. Waktunya foto-foto! Eitss.. tapi selain foto-foto, Solve for X juga masih ada sesi di tempat yang berbeda. Nama sesinya adalah Moonshot Sprint.


Yang pernah tau Design Sprint mungkin tau gimana alur kegiatannya. Moonshot Sprint juga mirip kaya gitu, metode brainstorming yang dibikin sama Google, bedanya ini fokus untuk menghasilkan ide Moonshot terhadap suatu permasalahan. Kemarin topik yang diambil adalah mengenai asap. Ternyata dari yang ikut, lumayan keren-keren solusinya.


Ada sebuah solusi yang diajukan sama salah tim yang menurut gw lumayan Moonshot sih. Kan kebakaran hutan itu kalo disengaja itu gara-gara industri kelapa sawit. ide dari mereka adalah bikin supaya sawit bisa tumbuh dengan ukuran lebih kecil dan bisa dilakukan secara vertikal menggunakan tower. Solusinya lumayan radikal dan moonshot, tapi harus dibuktikan secara ilmiah sih possibilitynya.

Jadi sudahkah terinspirasi untuk bikin Moonshot solution untuk berbagai permasalahan sekitar? Mari start dari yang kita bisa!

Thanks to Riska dari Imagine untuk dokumentasi eventnya yang ciamik!
Read More

Tata Rupa: Dimana Designer Keren, Ngebantu Rebranding UKM



Mungkin lo udah sering banget lah ngedenger beta dunia perUKMan di Indonesia ini tetap menjadi sektor yang sexy. Meski mereka kecil, tapi jumlahnya luar biasa banyak. Kecil-kecil juga mereka adalah yang tetap bertahan saat Indonesia bahkan dilanda krisis luar biasa.

Banyak upaya yang dilakukan oleh banyak pihak untuk terus memperkuat UKM, seperti yang dilakukan Google di Indonesia dengan bikin inisiatif yang disebut dengan GAPURA. Sebuah konferensi yang mengajak UKM untuk memanfaatkan berbagai fasilitas online untuk memperluas pasarnya. Kini GAPURA menjadi komunitas yang setiap bulannya menyelenggarakan meetup yang membahasa berbagai topik online secara lebih intensif.

Seorang ibu sedang presentasi produknya di Tata Rupa Kreavi 2015

Kreavi.com, sebagai platform yang menjaring designer hebat dari seluruh Indonesia, juga mengambil peran untuk membantu UKM di Indonesia, khususnya di Surabaya, untuk membantu rebranding produknya mereka. Dimulai dari logo hingga kemasan. Kegiatan workshop yang dilaksanakan selama 3 hari ini bekerjasama dengan gerakan Pahlawan Ekonomi.

Seorang ibu presentasi produk bunganya kepada para designer Tata Rupa Kreavi

Semua designer yang hadir di kegiatan tersebut dikurasi dan dipilih, tidak semua designer yang mendaftar bisa berkesempatan membantu UKMnya Pahlawan Ekonomi. Ko kayanya susah banget ya mau bantu aja harus diseleksi, padahal semua designernya itu membantu secara probono, alias full volunteering. Tapi justru ini menunjukan keseriusan Kreavi dalam program ini.

Designer lagi ngobrol sama designer Tata Rupa Kreavi

Para UKM dan Designer di hari pertama diberikan kesempatan untuk networking dan match making. Ada yang UKMnya pilih designer dan vice versa. Kalo sama-sama suka, baru mulai masuk diskusi produknya mau diapakan.

Ibu ini presentasikan produk bonek-bonekaannya di Tata Rupa Kreavi

Karena kegiatannya dilaksanakan di coworking Forward Factory tercinta, saya berkesempatan ngobrol dengan beberapa pemilik UKM dan designer yang passionate terhadap project yang sedang mereka kerjakan bersama.

Oh ya, produk yang setelah proses rebranding ini bakal ditampilkan di Basha Market loh, popup market yang paling hipster di Surabaya! Luar biasa..

Semangat yang dibawa oleh Tata Rupa adalah semangat berkarya dari para designernya yang tergabung, dan juga semangat dari UKM yang ingin bertumbuh ke level yang lebih baik. Gw juga ga mau kalah ah sama mereka untuk terus berkarya, ayo!

Thanks buat Imagine untuk dokumentasinya dan video liputannya. Luar biasa!



Read More

Sunday, October 18, 2015

Google Game DevFest 2015 Wrap Up!


Yeea! Tau Google DevFest ga? Acara tahunan yang dibikin sama Google Developer Group di seluruh dunia itu, tahun ini hadir kembali di Indonesia. Tapi membawa konsep yang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kita lebih berfokus kepada Game Developer. Ga salah sih kalo misalnya Google mengambil tema tahun ini, karena seiring berkembangnya smartphone - apalagi platform Android, juga mendorong pertumbuhan industri game.

Game industry landscape
Game DevFest Surabaya 2015

Kita mengundang berbagai pemain game developer lokal seperti mas Arief Widhiyasa (Agate), Dien Wong (Altermyth), Andi Suryanto (LYTO), Andi Martin (Main Studio), Irwanto (Tebak Gambar), Muhammad Ajie Santika (Tinker Games), Adam Ardisasmita (Arsanesia), Wilson Tjandra (Mintsphere) dan masih banyak yang bisa dicek di sini lengkapnya.

Beberapa sesi dikemas dalam bentu sesi talkshow yang santai untuk membuka wawasan mengenai bagaimana kondisi industry game serta opportunity sekarang dan kedepannya. Harapannya habis sesi ini banyak anak muda yang tergerak untuk ikut serta meramaikan industry game Indonesia ya! Amin.

Monetize your game!
Arief dari Agate di Game DevFest 2015

Salah satu presentasi yang menurut gw bagus adalah yang disampaikan oleh mas Arief Agate, yaitu bagaimana strategi monetize game yang sukses. Meskipun game itu kan hiburan buat kebanyakan kita, bukan berarti bikin game hanya iseng-iseng aja. Kalo ada duitnya kan pasti lebih getol. 3 cara monetize yang paling top kata mas Arief adalah Ads-based, freemium, premium. Tinggal disesuaikan mana yang paling cocok dengan game yang kamu akan dibikin.

Virtual reality & firebase codelab
Sofian Hadiwijaya dari Cracker di Game DevFest 2015

Selain bahas spesifik soal game, khusus di Jakarta dan Surabaya. Ada sesi yang bahas soal developer in general. Seperti beberapa teknologi terbaru Google seperti Firebase, Google Carboard/Virtual Reality hingga Project Tango.

Codelab firebase di Game DevFest 2015


Selain sesi seminar, ada sesi workshop dimana peserta bisa langsung ngoding Firebase atau nyoba bikin aplikasi untuk cardboard. Firebase cocok untuk yang lagi mau bikin apps realtime. Sesi codelab Firebase di Surabaya dan Jakarta disampaikan oleh Andri Yadi dari Dycode.

Cardboard di Game DevFest 2015

Dan good newsnya adalah give away untuk mereka yang ikutan sesi codelab virtual reality adalah free cardboard!

Indonesia Android Academy graduation
Indonesia Android Academy panel

Salah satu program sebelum Game DevFest 2015 yang dibikin Google Developer Group (GDG) Indonesia adalah Indonesia Android Academy course untuk belajar Android dari level beginner. Program ini dikonsep blended learning, dimana pesertanya diberikan online modul dan juga pertemuan in-person dengan fasilitator yang mendukung proses belajar. Sama seperti program GDG Indonesia yang lainnya, program ini juga diselenggarakan di 5 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja dan Surabaya.

Simbolis Indonesia Android Academy


Di Game DevFest kami mengundang perwakilan dari peserta untuk berbagi bersama teman-teman yang hadir lainnya mengenai motivasi mereka ikut, dampak yang didapatkan setelah ikutan serta rencana project Android yang ingin dikerjakan.

TITIP FOTO NARSIS :P

Yang belum sempet ikutan programnya, pantengin terus social medianya GDG Indonesia!


Other awesome sessions

Seru kan? Nyesel kan kalo ga dateng? Apalagi lebih banyak keseruan yang ga bisa gw sampaikan semuanya. Dimulai dari swags dan networking dengan para developer, khususnya developer game.



Hingga berbagai demo teknologi yang jarang kamu dapatkan!


Special thanks to
Fotografer handal yang mengcapture berbagai moment, Apriska Afiolita. Dan duo MC luar biasa yang baru gw 'temukan' selama dua hari sebelum acara, Betari Aisah dan Ivan Hartanto. Dan makasih buat semua volunteer yang bantu terselenggaranya acara ini.



Sampai jumpa tahun depan, devs!

Read More
Designed By Seo Blogger Templates